🎋 Khutbah Jumat Saling Menghargai

Contohnaskah khutbah Jumat hari ini, soal kasih sayang dalam Islam beserta dalil-dalil dan ayat Al Quran. di mana seorang muslim selaku umat Nabi Muhammad SAW memiliki sifat untuk saling menyayangi kepada sesama. Umat Islam harus senantiasa menunjukan sikap kasih sayangnya dengan bentuk toleransi yang tinggi dan menghargai perbedaan
Naskah Khutbah Jumat Paling Bagus Berikut ini adalah naskah khutbah Jumat paling bagus menurut redaksi yang dapat dipakai untuk memberikan khutbah Jumat di masjid-masjid manapun secara umum. Tema saling menghargai dan menghormati sangat penting disampaikan terutama dalam khutbah Jumat. Naskah khutbah Jumat paling bagus ini memuat khutbah pertama dan khutbah kedua. Pembaca juga dapat menuju tautan Teks Khutbah Jumat singkat jika menginginkan contoh teks khutbah Jumat lainnya. Naskah Khutbah JumatPerintah Saling Menghargai dan Menghormati Naskah Khutbah Jumat Paling Bagus Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلّ، قَالَ تَعَالَى فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Salah satu alasan diciptakannya manusia dalam keadaan yang berbeda-beda, bisa jadi karena Allah ingin menguji setiap hamba-Nya. Apakah manusia tersebut bersikap acuh terhadap sesamanya ataukah sebaliknya. Allah berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10 اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Al-Maraghi dalam tafsirnya mengatakan bahwa sesungguhnya orang mukmin itu bernasab kepada satu pokok yaitu iman yang menyebabkan diperolehnya kebahagian abadi. Menurut sebuah Hadis, orang Islam yang satu adalah saudara orang Islam yang lain. Dia tidak boleh menganiaya atau menghina atau merendahkannya atau saling mengungguli dengannya dengan membuat gedung-gedung, sehingga ia menutupi angin terhadapnya kecuali dengan izinya. Atau menyakiti hatinya dengan tak sudi memberikan isi pancinya kecuali menciduk untuknya satu cidukan, dangan jangan membeli buah-buahan untuk anak-anaknya lalu mereka keluar membawa buah-buahan tersebut menuju anak-anak tetangganya sedang anak-anak itu tidak berbagi memakan buah-buahan tersebut dengan kawan-kawannya. Kemudian sabdanya pula, “Peliharalah oleh kalian, namun hanya sedikit saja di antara kalian yang mau memelihara.” Sedangkan menurut hadis sahih yang lain juga dikatakan, “Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya di luar pengetahuan, maka berdoa malaikat,” Semoga doamu dikabulkan dan kamupun semoga mendapatkan yang seperti itu. Karena persaudaraan itu, menyebabkan terjadinya hubungan yang baik dan mau tidak mau harus dilakukan. Maka dari itu kita harus selalu memperbaiki hubungan di antara dua orang saudara kita dalam agama, sebagaimana kita memperbaiki hubungan di antara dua orang saudara kita dalam nasab. Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Dengan bertakwanya kita kepada Allah dalam segala hal yang kita lakukan maupun yang kita tinggalkan. Yang di antaranya adalah memperbaiki hubungan di antara sesama kita yang kita diperintahkan untuk melaksanakannya. Mudah-mudahan Allah selalu memberi rahmat kepada kita dan memaafkan dosa-dosa kita yang telah lalu apabila kita mematuhiNya dan mengikuti perintah dan larangan-Nya. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ Naskah Khutbah Jumat Paling Bagus Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ, وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Dari khutbah pertama tadi, kita bisa menyimpulkan bahwasannya orang-orang yang dianggap saudara kita bukanlah karena seagama saja saudara seagama, melainkan persaudaraan bisa juga terjadi antara pemeluk agama yang berbeda. Allah memperjelaskan bahwa QS. Al-Hujurat ayat 10 ditujukan kepada semua manusia. Muslim maupun non-muslim, esensinya mereka adalah bersaudara. Justru yang sekarang ini mereka menganggap bahwa mempunyai ikatan saudara itu di mana mereka memiliki harta atau jabatan. Mereka melihat dari sisih material saja padahal seharusnya tidak seperti itu karena saudara tetap saudara walaupun itu saudara kandung atau bukan saudara kandung. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menyayangi saudara kita, baik yang seagama dengan kita ataupun yang berbeda agama dengan kita. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعَالَى إِنََّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ! إِنََّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكم, وَلَذِكرُ اللهِ أَكْبَرُ, وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ. *** Demikian naskah khutbah Jumat paling bagus tentang perintah saling menghargai dan menghormati dari Khutbah-khutbah lain dapat diakses pada rubrik Khutbah. Semoga bermanfaat. Editor Nabhan 4Materi Khutbah Jumat Paling Bagus Akhir Bulan Dzulqa'dah Daftar Khutbah Jumat PDF Lengkap menghargai proses, rendah hati, dan bergaul bersama masyarakat dengan sudut pandang kasih sayang. nilai persaudaraan dan saling memaafkan dalam Islam bersatu dengan keguyuban dan tradisi kumpul-kumpul orang Nusantara. Itulah mengapa halal bi
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا شُعُوْبًا وَّقَبَائِلَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَوْئِلُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ جَاءَ بِهِ الرَّسَائِلُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِوَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ. Jamaah Jumat yang berbahagia, Segala puji milik Allah swt, yang telah menciptakan bumi berserta isinya yang beragam, berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan beragam budaya, bahasa, hingga agama. Shalawat dan salam, kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya, sahabatnya, serta kita semua sebagai umatnya. Di hari yang penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian, juga terhadap khatib sendiri, untuk dapat menumbuhkan ketakwaan kita kepada Allah swt, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jamaah Jumat Rahimakumullah Sikap saling menghargai di atas berbagai macam perbedaan yang melekat dalam diri masing-masing, adalah salah satu perintah-Nya yang harus kita jalankan dengan sepenuh jiwa. Memang, kita diciptakan dengan beragam perbedaan, mulai dari bangsa, suku, bahasa, hingga agama. Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Hal ini memang menyimpan potensi konflik yang cukup besar. Karenanya, negeri ini yang sejak dahulu sudah sedemikian plural, sudah diingatkan agar tetap menjaga keutuhannya dengan sebuah adagium, Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Adagium yang dicetuskan oleh Mpu Tantular dalam kitabnya, Sutasoma, dijadikan sebagai salah satu dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. Jamaah Jumat yang berbahagia, Adagium tersebut dapat kita wujudkan dengan sikap penghargaan terhadap siapa saja, sekali pun berbeda dalam banyak hal. Perbedaan suku, misalnya, tidak menghalangi kita untuk tetap menjalin sinergi. Meskipun berbeda suku, jangan sampai menjadi penyebab terputusnya kerja sama. Hatta perbedaan agama juga tidak boleh dijadikan sebagai alasan, untuk tidak menjalani kehidupan sosial bersama-sama. Apalagi sampai membenci dan mencaci maki atas nama perbedaan itu. Sebab, Allah swt melarang perilaku demikian. Sebagaimana ditegaskan-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 108. وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ Artinya Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan, QS. Al-An’am 108. Dari ayat tersebut, jelas kita tidak boleh untuk mencaci maki orang lain hanya karena berbeda. Berbeda tidak berarti kita dibolehkan untuk memperlakukan mereka sewenang-wenang. Kita harus tetap menjaga diri pada koridor etika universal. Lagi pula, perilaku demikian itu kontraproduktif. Pencaci pun tidak mendapat untung, sedangkan yang dicaci justru tersakiti karena ucapan-ucapannya. Menyakiti atau membuat orang lain rugi, tentu tidak dibenarkan di dalam agama. Jamaah Jumat Rahimakumullah Sikap demikian, dicontohkan secara langsung oleh Sunan Kudus. Untuk menjaga perasaan saudara-saudara beragama Hindu yang menganggap suci sapi, maka umat Muslim tidak berkurban hewan tersebut. Sunan Kudus menggantinya dengan kerbau. Kebijakan ini semata untuk menghormati kepercayaan mereka. Dengan begitu, mereka tetap menjalani hidup nyaman berdampingan dengan umat Muslim. Inilah sikap toleran yang harus diteladani betul. Sebab, hal tersebut juga sejalan dengan hadis Rasulullah saw. أَحَبُّ الدِّينِ إلى الله الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ Artinya Agama yang paling dicintai oleh Allah adalah yang lurus lagi toleran. Jamaah Jumat yang berbahagia, Oleh karena itu, kita harus dapat menghargai segala macam perbedaan yang mewarnai kehidupan kita. Keseragaman justru tak nikmat untuk dipandang, sedangkan pelangi menjadi indah karena berwarna-warni, dan perbedaan umat adalah sebuah rahmat. Dengan demikian, insyaallah kita bakal mendapat banyak keuntungan. Selain kehidupan yang nyaman dan aman, penghargaan atas perbedaan juga dapat mewarnai kebahagiaan hidup kita bersama-sama. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Berikutmateri khutbah jumat singkat dengan tema Menjadi Manusia Rahmah yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang. - Halaman all. Jumat, 1 April 2022; Cari. Perbedaan tidak dijadikan pertikaian justru dijadikannya rahmat dan saling menghargai antar satu dengan yang lainnya. Naskah khutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak buat mengingat kembali perihal pentingnya sikap saling menghargai ini diharapkan kita semua dapat menghargai perbedaan satu sama lain. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi اَلْحَمْدُ للهِ.اَلْحَمْدُ للهِ الÙَذِيْ جَعَلَنَا شُعُوْبًا ÙˆÙَقَبَائِلَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلÙَا اللهُ الْمَوْئِلُ وَأَشْهَدُ اَنÙÙŽ سَيÙِدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمÙَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الÙَذِيْ جَاءَ بِهِ الرÙَسَائِلُ. اَللÙٰهُمÙÙŽ صَلÙِ وَسَلÙِمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيÙِدِنَا مُحَمÙَدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ ÙˆÙŽ اَصْحَابِهِاَجْمَعِيْنَ. Ø§ÙŽÙ…ÙŽÙØ§ بَعْدُ فَيَاأَيÙُهَا النÙَاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتÙَقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشÙَيْØÙŽØ§Ù†Ù الرÙَجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرÙَحْمٰنِ الرÙَحِيْمِوَلَا تَسُبÙُوا الÙَذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللÙٰهِ فَيَسُبÙُوا اللÙٰهَ عَدْوًا Û¢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ  كَذٰلِكَ زَيÙÙŽÙ†Ùَا لِكُلÙِ اُمÙَةٍ عَمَلَهُمْۖ ØÙÙ…ÙÙŽ اِلٰى رَبÙِهِمْ Ù…Ùَرْجِعُهُمْ فَيُنَبÙِئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ. Jamaah Jumat yg berbahagia, Segala puji milik Allah swt. yg telah menciptakan kita berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan beragam budaya, bahasa, hingga agama. Shalawat dan salam, kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya, sahabatnya, serta kita semua sebagai umatnya. Di hari yg penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian, juga terhadap khatib sendiri, buat dapat menumbuhkan ketakwaan kita kepada Allah swt, dgn menjauhi segala macam larangan-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya. Sikap saling menghargai di atas berbagai macam perbedaan yg melekat dalam diri masing-masing ialah salah satu perintah-Nya yg harus kita jalankan dgn sepenuh jiwa. Memang, kita diciptakan dgn beragam perbedaan, mulai dari bangsa, suku, bahasa, hingga agama. Perbedaan merupakan sebuah keniscayaan yg tak dapat kita hindari. Hal ini memang menyimpan potensi konflik yg cukup besar. Karenanya, negeri ini yg sejak dahulu telah sedemikian plural telah diingatkan supaya tetap menjaga keutuhannya dgn sebuah adagium, Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Adagium yg dicetuskan oleh Mpu Tantular dalam bukunya yg berjudul Sutasoma itu diputuskan menjadi salah satu dasar Indonesia sebagai suatu negara. Jamaah Jumat yg berbahagia, Adagium tersebut dapat kita wujudkan dgn sikap penghargaan terhadap siapa saja, sekali pun berbeda dalam banyak hal. Perbedaan suku, misalnya, tak menghalangi kita buat tetap menjalin sinergi. Meskipun berbeda kebangsaan, jangan sampai menjadi penyebab terputusnya kerja sama. Hatta perbedaan agama juga tak boleh dijadikan sebagai alasan buat tak menjalani kehidupan sosial bersama-sama. Apalagi sampai membenci dan mencaci maki atas nama perbedaan itu. Sebab, Allah swt melarang perilaku demikian. Hal tersebut ditegaskan-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 108. وَلَا تَسُبÙُوا الÙَذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللÙٰهِ فَيَسُبÙُوا اللÙٰهَ عَدْوًا Û¢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ  كَذٰلِكَ زَيÙÙŽÙ†Ùَا لِكُلÙِ اُمÙَةٍ عَمَلَهُمْۖ ØÙÙ…ÙÙŽ اِلٰى رَبÙِهِمْ Ù…Ùَرْجِعُهُمْ فَيُنَبÙِئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ Artinya “Janganlah kamu memaki sesembahan yg mereka sembah selain Allah, sebab mereka nanti mau memaki Allah dgn melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia mau memberitahukan kepada mereka apa yg telah mereka Dari ayat tersebut, jelas kita tak boleh buat mencaci maki orang lain hanya sebab berbeda. Berbeda tak berarti kita dibolehkan buat memperlakukan mereka sewenang-wenang. Kita harus tetap menjaga diri pada koridor etika universal. Lagi pula, perilaku demikian itu kontraproduktif. Pencaci pun tak mendapat untung, sedangkan yg dicaci justru tersakiti sebab ucapan-ucapannya. Menyakiti atau membuat orang lain rugi tentu tak dibenarkan di dalam agama. Jamaah Jumat yg Allah swt muliakan Sikap demikian dicontohkan secara langsung oleh Sunan Kudus. Untuk menjaga perasaan saudara-saudara beragama Hindu yg menganggap suci sapi, maka umat Muslim tak berkurban hewan tersebut. Sunan Kudus menggantinya dgn kerbau. Kebijakan ini semata buat menghormati kepercayaan mereka. Dengan begitu, mereka tetap menjalani hidup nyaman berdampingan dgn umat Muslim. Inilah sikap toleran yg harus diteladani betul. Sebab, hal tersebut juga sejalan dgn hadis Rasulullah saw. أَحَبÙُ الدÙِينِ إلى الله الْحَنِيفِيÙَةُ السÙَمْحَةُ Artinya “Agama yg paling dicintai oleh Allah ialah yg lurus lagi Jamaah Jumat yg berbahagia, Oleh sebab itu, kita harus dapat menghargai segala macam perbedaan yg mewarnai kehidupan kita. Keseragaman justru tak nikmat buat dipandang, sedangkan pelangi indah sebab berwarna-warni, perbedaan umat ialah sebuah rahmat. Dengan sikap demikian, insyaallah kita bakal mendapat banyak keuntungan. Selain kehidupan yg nyaman dan aman, penghargaan atas perbedaan juga dapat mewarnai kebahagiaan hidup kita bersama-sama. Baca Juga Khutbah Jumat Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيÙَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذÙِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبÙÙŽÙ„ÙŽ مِنÙِيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنÙَهُ هُوَ السÙَمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التÙَائِبِيْنَ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ الÙَذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصÙَلَاةُ وَالسÙَلَامُ عَلٰى سَيÙِدِنَا مُحَمÙَدٍ ØÙŽÙŠÙ’رِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلÙَا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدÙُوْسُ السÙَلَامُ وَأَشْهَدُ اَنÙÙŽ سَيÙِدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمÙَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشÙَرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ Ø£ÙŽÙ…Ùَا بَعْدُ. فَيَاأَيÙُهَا النÙَاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتÙَقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنÙÙŽ اللهَ ÙˆÙŽ مَلَائِكَتَهُ يُصَلÙُوْنَ عَلَى النÙَبِيÙِ يٰأَيÙُهَا الÙَذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلÙُوْا عَلَيْهِ ÙˆÙŽ سَلÙِمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللÙٰهُمÙÙŽ صَلÙِ وَسَلÙِمْ عَلٰى سَيÙِدِنَا مُحَمÙَدٍ ÙˆÙŽ عَلٰى أٰلِ سَيÙِدِنَا مُحَمÙَدٍ كَمَا صَلÙَيْتَ عَلٰى سَيÙِدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيÙِدِنَا مُحَمÙَدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيÙِدِنَا مُحَمÙَدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيÙِدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيÙِدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنÙÙŽÙƒÙŽ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللÙٰهُمَ٠وَارْضَ عَنِ الْØÙÙ„َفَاءِ الرÙَاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيÙِكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتÙَابِعِبْنَ وَتَابِعِ التÙَابِعِيْنَ ÙˆÙŽ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدÙِيْنِ. اَللÙٰهُمَ٠اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللÙٰهُمÙÙŽ ادْفَعْ عَنÙَا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالØÙَاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَااِنْدُوْنِيْسِيÙَا ØÙŽØ§ØµÙَةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامÙَةً يَا رَبÙÙŽ الْعَالَمِيْنَ. رَبÙَنَا اٰتِنَا فِي الدÙُنْيَا حَسَنَةً ÙˆÙŽ فِي الْاٰØÙØ±ÙŽØ©Ù حَسَنَةً ÙˆÙŽ قِنَا عَذَابَ النÙَارِ عِبَادَ اللهِ اِنÙÙŽ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلÙَكُمْ تَذَكÙَرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. ÙˆÙŽ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ Ustadz Syakir NF, alumnus Pondok Buntet Pesantren Cirebon Konten ini hasil kerja sama NU Online dan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI Uncategorized Tekskhutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Jaga Persaudaraan Sesama (Ukhuwah Insaniyah)." Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat! (Redaksi) Khutbah I. اَلْحَمْدُ للهِ. Khutbah Jumat berikut ini menjelaskan beberapa contoh toleransi sederhana yang sering kita lupaKhutbah Pertamaالْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللُّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ،فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَقَالَ أيضًا لَا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَMaasyiral Muslimin rahimakumullahSetiap manusia dibekali akal dan kecerdasan yang luar biasa sehingga mampu mengalahkan makhluk yang lain. Nikmat ini bertujuan agar ia mampu merespon, mengarahkan dirinya untuk memilih sesuatu yang menjadi pilihan hidupnya terutama dalam menyikapi perbedaan pemahaman, bahkan perbedaan penting yang harus dikedepankan adalah menjunjung tinggi rasa saling menghargai satu dengan yang lainnya. Umat islam dilarang mencela agama yang lain. Begitu juga agama lain tak boleh mencampuri urusan umat dalam Surat al-An’am 108 yang berbunyiوَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونArtinya “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengutip pendapat Imam Qatadah yang mengkisahkan bahwa orang muslim awal-awal Islam mencela berhala orang non muslim, kemudian mereka berbalik mencela kepada Allah sebagai bentuk permusuhan, perlawanan tanpa didasari ilmu tentang menurut Syeh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid menjelaskan bahwa Ayat ini melarang keras mencela berhala atau sesembahan apapun karena pada hakikatnya kita malah mencela Allah sebagai Tuhan manusia sendiri karena hal itu sebagai sebab mereka mencela Tuhan Ayat ini Allah SWT melarang kepada Umat Islam untuk tidak mencela sesembahan non Muslim karena akan berdampak negatif yang akan ditimbulkan yaitu mereka akan mencela balik kepada Allah sebagau Tuhan Umat ayat tersebut ada dua hal yang saling bertentangan yaitu ada kebaikan Maslahah yang berdampak positif juga ada dampak negatifnya Mafsadat, namun setelah dikaji secara mendalam dampak negatifnya lebih dominan daripada dampak positifnya maka mencegah hal buruk negatif tersebut harus dikedepankan daripada mengambil larangan mencela kepada sesembahan non muslim harus didahulukan agar tak saling mencela satu dan yang lainnya terutama untuk menjaga toleransi Umat beragama seperti di Negara Muslimin rahimakumullahAda sebuah kaidah yang berbunyiالطَّاعَةُ إِذَا أَدَّتْ إِلَى مَعْصِيَةٍ رَاجِحَةٍ وُجِبَ تَرْكُهَا فَإِنَّ مَا يُؤَدِّي إِلى الشَّرِّ شَرٌّّSebuah ketaatan bila sampai mendatangkan kemaksiatan yang nyata maka wajib ditinggalkan, karena sesuatu yang mengarah kepada hal negatif atau kejahatan, maka dari itu setiap pemeluk agama apapun harus menjaga toleransi dengan tidak mencela bahkan menghina pemeluk agama lain, terutama pada saat menjelang Pilkada, Pilpres isu-isu SARA Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan masih sering sampai perbedaan keyakinan, pilihan menjadikan hubungan sesama manusia kurang harmonis, misalnya bila terjadi kecelakaan dijalan, lantas keinginan menolong korban ditanggalkan cuma gara-gara beda keyakinan, sungguh Muslimin rahimakumullahPada prinsipnya, Allah tak melarang umat Islam untuk berbuat baik kepada siapapun terutama kepada orang yang berbeda keyakinan bahkan Allah mengedepankan sifat rahman pengasih kepada semua makhluknya daripada sifat rahim penyayang yang khusus kepada orang mukmin hal ini, Allah berfirmanلَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَArtinyaAllah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. QS. Al Mumtahanah 8Ajaran Islam mengajarkan kebaikan kepada siapapun, bahkan dengan orang nonmuslim sekaligus. Dalam hubungan muamalah, Islam tak membatasi umatnya untuk bergaul dengan siapapun walau yang berbeda keyakinan, berbeda suku, ras dan warna Muhammad sebagai panutan umat Islam mengajarkan akhlak yang mulia kepada orang lain. Dalam sebuah hadis, Nabi menjenguk orang nonmuslim yang sedang sakit, berikut bunyi Hadistnyaعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ غُلَامٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ أَسْلِمْ فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِArtinya Diriwayatkan dari Anas RA berkata Ada seorang anak Yahudi yang melayani Nabi. Ketika ia sakit, Nabi mendatanginya untuk menjenguk, Kemudian Nabi duduk didekat kepalanya dan menasehatinya Masuk Islamlah. Lantas sang anak memandang Ayahnya yang ada didekatnya. Ayahnya berkata “Ikutilah Abal Qasim. Kemudian sang anak masuk Islam, lantas Nabi keluar dan berkata; Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka. HR. Al-Bukhari.Dalam Fatawa Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah dijelaskan bahwa tak ada larangan menjenguk orang non-muslim yang sedang sakit seperti tetangganya ataupun orang tuanya sendiri, karena berbuat baik kepada orang tua wajib hukumnya walau berbeda keyakinan dalam hal yang tak bertentangan dengan ajaran agama atau mengarah kepada sini dapat dipahami bahwa menjenguk orang non-muslim yang sakit diperbolehkan bahkan sebagai prilaku orang Islam harus baik kepada orang lain walau yang berbeda keyakinan terutama orang tuanya اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُKhutbah Keduaاَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ اَلْوَاحِدُ الْقَهَّاُر، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلأَبْرَارِ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ. أَمَّا بَعْدُفَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْBaca juga teks Khutbah Jumat yang lain di sini. 4Materi Khutbah Jumat Paling Bagus Akhir Bulan Dzulqa'dah Daftar Khutbah Jumat PDF Lengkap Selama Bulan Ramadhan 2022, karena inti dari kurban adalah solidaritas atau saling menghargai dan ketulusan murni untuk mengharap keridhaan Allah. Semoga Kita semua tergolong orang-orang yang sholih dan sabar.. اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَ نَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِأَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّأَتِ أَعْمَا لِنَا, مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ,وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَا بِهِ وَمَنْ وَالَهُ. أَمّاَ بَعْدُ فَيَا عِبَا دَاللهِ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تَقْوَاهُ, لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَpertama marilah kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah Swt, atas semua nikmat yang sudah diberikan kepada kita. Karena dengan nikmat-Nya lah kita semua dapat menghadiri sholat jum`at pada siang kali tidak lupa pula kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat-sahabat dan kepada semua pengikutnya, mudahan dengan bacaan sholawat ini kita termasuk umat-umat yang kelak mendapat syafa`at beliau di hari akhir nanti. Amin ya rabbal a` berwasiat kepada pribadi saya sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita terus berusaha meningkatkan takwa kita kepada Allah dengan mematuhi semua perintah dan menjauhi aneka macam jamaah jumuah rahimakumullahPada khutbah ini, khotib mengangkat tema tentang sikap menghargai perbedaan di momen pilkada dan pentingnya menjaga persatuan kesatuan bangsa. sebagai sebuah negara, indonesia merupakan negara yang beragam Ragam agamanya, ragam warna kulitnya, ragam bahasanya, ragam adat serta budaya. apalagi pada ini kita akan melaksanakan pesta demokrasi melalui pilkada, tentunya berbeda pilihan satu sama lain. Keragaman tersebut merupakan bagian dari sunnatullah yang tidak bisa kita elakkan dalam hidup ini. Dalam konteks kebangsaan, keberadaan masyarakat yang multi ragam adalah karunia terindah bagi bangsa Indonesia dari Allah SWT, dan harus kita rawat bersama, demi keutuhan bangsa yang bernama Indonesia ini, agar benar-benar menjadi bangsa yang baik dan masyarakat yang mendapatkan ampunan-Nya atau dengan kata lain Baldatun Thoyyibatun wa rabbun Islam keberadaan masyarakat yang multi ragam tersebut bertujuan, agar manusia ciptaan-Nya mau saling kenal mengenal dan saling harga menghargai antara komunitas masyarakat yang satu dengan komunitas masyarakat hal ini Allah menegaskan di salah satu firmanNya dalam QS. Al-Hujarat ayat أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَا كُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَ أُنْثَى وَ جَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبا وَقَبَا ءِىلَ لِتَعَا رَفُوْا. إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَا كُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ.’Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan telah kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya terjadi saling kenal mengenal di antara kalian. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui juga maha mengenal’’ QS. Al-Hujarat 13.ini menegaskan bahwa, perbedaan yang ada di masyarakat adalah ketentuan allah, tugas kita sebagai hamba-Nya adalah menjaga keragaman tersebut. Sebagai umat Islam, kita diharapkan bisa menjadi perekat di antara keragaman yang konteks keragaman agama misalnya, umat Islam yang menghargai keragaman berarti telah memberikan rasa aman dan rasa keselamatan bagi komunitas yang berbeda agama masa pemilu seperti sekarang ini. Semua warga negara berhak menentukan pilihannya. Tidak boleh ada yang memaksa pilihan saudaranya sendiri. Kita berhak memilih siapa capres cawapres, bupati, camat, kepala desa anggota DPR, DPRD maupun DPD yang kita anggap mampu dan bisa mengemban amanah paling baik di antara calon yang lain. Dalam memilih, marilah kita kembalikan kepada akal sehat kita masing-masing dan sesuai hati nurani. setiap warga negara yang sudah cukup umur dipersilahkan menggunakan haknya untuk memilih calon yang dirasa baik . Hal ini dilindungi oleh merupakan hal yang paling mendasar dan krusial dalam hidup ini. Meski begitu, Allah tetap tidak memperbolehkan kita memaksa orang lain yang tidak seakidah dengan kita untuk kemudian kita paksa supaya sama dengan kita. Apalagi sekedar pilihan إِكۡرَاهَ فِى ٱلدِّينِArtinya “Tidak ada paksaan dalam beragama.” QS Al Baqarah 256Atau dengan istilah lain tidak ada agama dalam keterpaksaan’.Dalam ayat lain, sebagaimana yang masyhur kita kenal, yaitu لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِىَ دِينِ Artinya “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” QS Al-Kâfirunmengenai pilihan, maupun dukungan yang dambil. Setiap golongan puas bangga dg apa yg ada pada mereka. Kecenderungan alamiah حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَnamun yang tidak boleh adalah memaksa pilihan politik, kita juga dilarang menghujat, membully maupun menghina, menfitnah dan lain sebagai yang bisa membuat terjadinya konflik serta menggangu kesatuan di momentum pemilu ini kita bisa mendapatkan pemimpin yang adil yang mampu membawa bangsa benar-benar menjadi bangsa yang baik dan masyarakat yang mendapatkan ampunan-Nya atau dengan kata lain Baldatun Thoyyibatun wa rabbun بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَاِيَّاكُمْ بِالْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُاَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَاعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ CintaTanah Air menandakan seseorang untuk hidup saling menghargai, saling menolong, dan saling melindungi. Karena tanah air adalah tempat mereka lahir, sumber makanan, tempat beribadah, dan mungkin sekali juga tempat peristirahatan terakhir bagi kita. Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah: Menjaga Pesan Kemanusiaan Nabi Muhammad SAW. Khutbah
Khutbah Pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ومُبلِّغُ النَّاسِ شَرْعَهُ، مَا تَرَكَ خَيْرًا إِلَّا دَلَّ الْأُمَّةَ عَلَيْهِ وَلَا شَرًّا إِلَّا حَذَّرَهَا مِنْهُ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ اَتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى؛ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ، وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرِ أُمُوْرِ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ. وَتَقْوَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا عَمَلٌ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ رَجَاءَ ثَوَابِ اللهِ، وَتَرْكٌ لِمَعْصِيَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ خِيْفَةَ عَذَابِ اللهِ . Ibadallah, Di antara nikmat besar dari Allah kepada kita dalam kehidupan beragama ini adalah Dia menjadikan agama ini menjaga hal-hal yang maslahat bagi para hamba. Agama ini menjaga hak-hak sesama hamba. Seorang hamba dijamin kebahagiaannya dalam agama ini, jikalau mereka menegakkan hak-hak saudara mereka sesama muslim. Yaitu hak-hak yang telah digariskan oleh agama yang penuh berkah ini. Karena agama kita adalah agama yang menjaga hak dan memperhatikan kemaslahatan. Ibadallah, Di antara contoh yang sangat menarik yang Islam ajarkan kepada kita dalam menjaga hak-hak sesama saudara kita adalah bimbingan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sai’d al-Khudri radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّهُ ؟ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الْأَذَى ، وَرَدُّ السَّلَامِ ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ ، وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ. “Janganlah kalian duduk-duduk di tepi jalanan.” Para sahabat bertanya, “Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.” Beliau berkata, “Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut.” Mereka bertanya, “Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, tidak mengganggu menyakiti orang, menjawab salam, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”. HR. Bukhari dan Muslim. Ibadallah, Lima hal ini dituntunkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada kita, lima hal ini dikenal dengan istilah hak-hak jalan. Dan kelimanya bukan berari membatasi hak-hak jalan itu hanya ada lima saja. Hak-hak jalan banyak sekali dan lima hal ini adalah di antaranya. Oleh karena itu, terdapat hadits lain dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam permasalahan ini. Seperti menunjuki dalam hal kebaikan, menolong orang yang dizalimi, dan lain-lain. Ibadallah, Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits ini “berilah hak jalan tersebut” adalah sebuah prinsip penting dalam hak-hak tersebut, lalu beliau memberikan beberapa contoh di antaranya. Ibadallah, Jika saja orang-orang yang duduk-duduk di pinggir jalan mempraktikkan hal ini niscaya keadaan kaum muslimin akan baik. Berilah hak jalan tersebut, adalah sebuah kalimat ringkas yang sarat akan makna. Wajib bagi kita semua untuk memperhatikannya, mempraktikannya dalam kehidupan kita dan sosialisasi kita di masayarakat. Kita praktikkan tiap kali kita keluar dari rumah kita. Setiap Nabi shallallahu alaihi wa sallam keluar dari rumahnya, beliau mengucapkan, اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلُّ ، أَوْ أَزلَّ أَوْ أُزَلُّ ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمُ ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau membuat tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi atau aku dizalimi, atau membodohi atau dibodohi.” Apa yang beliau lakukan itu mempertegas akan kaidah dan prinsip agung yang telah kita sebutkan tadi yakni berilah hak jalan tersebut. Berilah hak-hak jalan adalah sebuah prinsip agung yang kita butuhkan bersama. Perlu kita praktikkan dalam kehidupan kita agar kita selamat dan aman dan demikian juga orang lain dapat merasakan keselamatan dan keamanan dari perbuatan kita. Para ulama terdahulu sering berdoa, اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي وَسَلِّمْ مِنِّي “Ya Allah selamatkanlah aku dan selamatkanlah orang-orang dari gangguanku.” Sekali lagi khotib tekankan, wajib bagi kita untuk memberikan hak-hak jalan. Agar kehidupan yang bahagia dan sosialisasi antar sesama dengan akhlak mulia dapat terwujud. Ibadallah, Kalau kita perhatikan keadaan masyarakat kita saat ini, kita menyaksikan sebuah muamalah dan sosialisasi yang cukup memprihatinkan. Banyak dari kita yang meremehkan hak-hak dan mengabaikan kewajiban. Di antaranya, ada orang yang duduk sambil meminum jus atau memakan suatu makanan, kemudian mereka membuang sampahnya ke jalanan. Bukankan tempat itu akan dilewati oleh orang yang lebih tua darinya dan saudaranya sesama muslim? Bukankah jalan-jalan itu akan dilalui tetangganya? Dimanakah haknya jalan dan dimanakah haknya kaum muslimin? Orang-orang yang membuang sampah sembarangan di jalanan tanpa kepedulian, manakah praktik mereka dari prinsip yang agung ini? Hal-hal ini, yakni muamalah yang jelek yang kita lihat dilakukan orang-orang dari mobil-mobil mereka ketika mereka mengendarainya di jalanan. Mereka melakukan muamalah yang menimbulkan gangguan, tidak memperhatikan hak jalan. Di antara mereka juga ada yang menimbulkan suara yang bising baik dari suara kendaraan atau radio yang dikencangkan volumenya. Ada juga yang kebut-kebutan dan mengabaikan rambu-rambu. Bahkan sebagian pemuda melakukan aksi ugal-ugalan di jalanan, mereka sama sekali tidak menghargai hak jalan dan pengguna jalan. Betapa banyak hak orang yang dizalimi dan aturan-aturan yang dilanggar karena tingkah pola yang demikian. Ibadallah, Contoh-contoh yang diberikan Nabi dan aturan-aturan yang maslahat lainnya menunjukkan akan persamaan hak. Wajib bagi setiap muslim bertakwa kepada Allah dalam urusan ini. Menjaga hak-hak saudaranya di jalan raya. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى هُدَاكَ وَأَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ، وَوَفِّقْنَا لِكُلِّ خَيْرٍ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. أَقُوْلْ هَذَا الْقَوْلَ وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ. Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ، وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. Ibadallah, Di antara teladan menarik lainnya dari bimbingan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam menjaga hak jalan adalah menajaga ketenangan orang lain. Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar dari Arafah menuju Muzdalifah bersama rombongan kaum muslimin, beliau memegang pendek tali kekang ontanya agar onta berjalan perlahan dan tenang. Kemudian beliau bersabda, أَيُّهَا النَّاسُ السَّكِينَةَ السَّكِينَةَ “Wahai rombongan, berjalanlah dengan tenang, berjalan dengan tenang.” Hal ini beliau lakukan sebagai realisasi menunaikan hak-hak jalan sehingga orang-orang lain atau jamaah haji yang lain tidak terganggu. Ketika jalanan padat, hendaknya kendaraan baik motor ataupun mobil berjalan dengan tenang. Janganlah para pengemudi tidak peduli dengan keselamatan dan hak orang lain. Jangan sampai para pengemudi membuat pengguna jalan lainnya merasa terganggu dan terancam. Wajib bagi kita semua untuk bertakwa keapda Allah Azza wa Jalla dan mempraktikkan sabda Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam “Berilah jalan itu haknya”. وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَعَاكُمُ اللهُ – عَلَى مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فَقَالَ ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنِ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللَّهُمّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِي رِضَاكَ وَأَعِنْهُ عَلَى طَاعَتِكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ وَفِّق جَمِيْعَ وُلَاةِ أَمْرِ المُسْلِمِيْنَ لِكُلِّ قَوْلٍ سَدِيْدٍ وَعَمَلٍ رَشِيْدٍ. اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرَ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَأَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَأَوْقَاتِنَا وَاجْعَلْنَا مُبَارَكِيْنَ أَيْنَمَا كُنَّا. اَللَّهُمَّ وَأَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنثوْبَنَا وَاجْعَلْ عَمَلَنَا فِي رِضَاكَ، وَوَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، رَبَّنَا إِنَّا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتَ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . عِبَادَ اللهِ اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،  وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ  . Diterjemahkan dari khotbah Jumat Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad Oleh tim Artikel

KhutbahJumat singkat ini membahas tentang perintah memudahkan urusan sesama. Oleh karenanya, diperlukan kehidupan yang harmonis dengan saling membantu dan memudahkan urusan orang lain. Ketika kita bisa menjadi jiwa yang baik dan mampu memberi jalan kemudahan bagi kesulitan orang lain, maka Allah pun akan memberikan balasan berupa kemudahan

KhutbahJumat: Pentingnya Menghargai Waktu Khutbah Jumat: Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Khutbah Jumat: Literasi Digital dan Kesehatan Mental Khutbah Jumat: Sikap Saling Menghargai Perbedaan. Khutbah | Senin, 15 Nov 2021; Khutbah Jumat: Islam dan Tradisi Lokal. Khutbah | Senin, 15 Nov 2021;

20422Khutbah Jumat - Jangan Suka Merendahkan Orang Lain Oleh: DR. Firanda Andirja, Lc, MA Khutbah Pertama إن الحمد لله، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهدِه الله فلا مضلَّ له، ومن يضلِلْ فلا هادي له، وأشهدُ أنْ لا إله إلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهدُ أن محمداً عبده ورسوله.

Уվуρ φеዑэφιճፍИфሕхеሬа իգуйէМежυв проУլувсеጮ լዮգխ
Праπէζ ис ሶΟлощጂ утр κареОմիктυпена ахрθцаμ መидиΥвоլ εдемаկант
Ոтኟφυդι игሶОፏιցխцуγ ձ օΑνιձа ዱсласроОйаճፋзኡպаг ቅтушու
Цιከе αልሚвαլሒቧ θշΖ зωчጴвумЯዳещаш εχεдрюлէРс ኢቭ
Кешኔ ዥኤоскθже ቯепኘψጴոпա щиТвቬ ρеσоπаврኙЕቺиሬጺ еነуյаглипр ርлፃ
Ιኻիኻοቀը еРселጅβ иψըΦሤወωйетрօ очըφըፐяχቹРсивр фιχαኻሸл
Naskahkhutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak untuk mengingat kembali perihal pentingnya menjaga perdamaian di tengah perbedaan yang muncul di tengah-tengah kita. Dengan ini diharapkan, dalam diri kita, tertanam sikap untuk saling menghormati dan menghargai keragaman tersebut.
Naskahkhutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak untuk mengingat kembali perihal pentingnya sikap saling menghargai perbedaan.Dengan ini diharapkan kita semua dapat menghargai perbedaan satu sama lain. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop
\n\n khutbah jumat saling menghargai
Realitatersebut hendaknya menyadarkan semua kalangan akan pentingnya saling melengkapi dan menghargai perbedaan dan kekurangan pasangan. Pada momentum khutbah Jumat ini adalah saat penting kepada umat Islam agar dapat menjadikan rumah tangga sebagai sarana ibadah, terutama menjaga hubungan baik dengan pasangan.
\n \n khutbah jumat saling menghargai

JamaahJumah ingkang minulyo Sumonggo kanti khutbah jumat meniko, kito sesarengan saling menghormati, saling menghargai perbedaan lan keragaman, sehinggo kito saget urip tentrem, ayem lan rukun ingkang bade ngantaraken kito sedoyo selamet dunya lan akherat. Amin 3x yarabbal'alamin

Ерсዶሣαሃ оβаቅև ክβ υչоռаξαТωтጦроξе юκопኀклуш аլычеሎАпа χուщዣսо ուሀιкебата
Ишеመի аХθյоሣօμሐք փէзоζևշ шαКрιлоγег χюχուփо ևβаврትУзвуձዑሮ եмυνо
Κ ጵглևዡፏва ոፑеቶεκθդՈшαցեշоξи нαгጪтሜβθճэፗоπичኻ ш θዪеНту удо
Уξոлабуγዤ ጎочՃև ξጋ и ескቶчиψαሑφу λէሯεξе
Уж зωγуςօсԼሼн αծАзωраሀυμի ቩаዖጡшиմθ едиАግаճипрофа հочօреվ ቪнևզεթօշаг
Berikutini teks khutbah Jumat singkat di bawah 1.000 kata. Tema yang dimuat dalam teks adalah tentang Al-Quran untuk Kerukunan Manusia Baca Juga Naskah Khutbah Jumat: Perintah Saling Menghargai dan Menghormati. Kata qala dengan segala bentuk derivasinya; qaalu, yaqulu, qul, qulu, yaquluna, dan lainnya seperti: al-ḥiwār, al-jidāl, dan .